SUARA POS

Switch to desktop Login

Polisi Belum Menemukan Sopir Tangki Pengangkut BBM

Beri nilai item ini
(0 penilaian)
Petugas Kepolisian saat membuka pintu mobil dalam penggerebekannya, Fot : doc.suarapos.com Petugas Kepolisian saat membuka pintu mobil dalam penggerebekannya, Fot : doc.suarapos.com

Tuban (suarapos.com)- Sopir Truck tangki pengangkut BBM jenis solar bersubsidi, Nopol L 8095 RQ, bernama PT MKP, yang diamankan petugas Kepolisian Resort Tuban, di Dusun Santren, Desa Laren, Kecamatan Senori. Hingga kini belum diketahui identitasnya, “untuk sopir masih dalam pencarian”, ujar Ajun Komisaris Wahyu Hidayat, kasat Reskrim Polres Tuban, Rabu (01/05).

 

Sementara, dari pantauan wartawan suarapos.com, Selasa (30/04) kemarin, bahwa truck yang di amankan oleh petugas, usai mengisi BBM jenis Solar, dari  belakang Pondok Pesantren setempat, yang di duga merupakan lokasi penyulingan BBM karena lokasinya tidak jauh dari penangkapan truck, bahkan lokasi penyulingan juga sempat diperiksa petugas yang datang ke lokai. Disinyalir BBM akan di kirim ke sejumlah industri pengguna BBM, “kalau pemilik kendaraan akan tetap kita periksa, sedangkan untuk BBM, kita akan melakukan lab pertamina dan di Cepu, untuk memastikan bahwa barang tersebut solar bersubsidi murni ataukah lantung yang sudah di olah”, pungkas Kasat Reskrim.

 

Baru mengetahui akan di gerebek petugas, Truck yang tadinya berada di belakang Ponpes, dikeluarkan oleh sopirnya, dan dilarikan di gang buntuk lokasi setempat, sementara sejumlah awak media sebelumnya, sudah mengetahui kondisi lokasi serta larinya kendaraan truck serta dari mana asal lari dan keluarnya kendaraan tersebut.

 

Terpisah Rustam Aji, Assisten Customer Relation PT.Pertamina, ketika di konfirmasi terkait adanya penangkapan dan dugaan penimbunan BBM jeni solar illegal tersebut mengatakan, sepenuhnya diserahkan kepada polisi untuk proses penyelidikan, “jika memang ada oknum yang bermain ya kita tetap serahkan semuanya pada polisi”, ujarnya.

 

Disinggung terkait adanya permainan antara SPBU dengan para pelaku penimbunan, pihaknya akan memberikan sanksi administratif, sesuai dengan kontrak yang di sepakati, “kalau di Gresik ada dua SPBU, dan 1 dilamongan kemarin kita blokir pengirimannya, kalau rahanya pidana bisa pemutusan kontrak”, pungkas Rustam Aji.

 

Diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan truck tangki berkapasitas 16000 Liter, dengan kondisi bermuatan penuh, mengangkut BBM diduga Illegal di Dusun Santren, Desa Laren, Kecamatan Senori, yang sengaja di tinggalkan oleh sopir truck ketika mengetahui akan di gerebek petugas kepolisian, usai mendapatkan laporan dari masyarakat. Namun anehnya petugas juga belum menemukan siapa pemilik lokasi yang dijadikan ajang penyulingan pengambilan BBM oleh Truck tersebut hingga sekarang ini.

 


 

Penulis : Kartono

 

Masuk untuk mengirimkan komentar