3 Alasan Mengapa Luca Modric Layak Dapatkan Gelar Ballon d’Or 2018

Luca Modric (foto: tribunnews)

Berikut ini tiga alasan seorang Luca Modric layak mendapatkan gelar Ballon d’Or 2018.

1. Nyawa Real Madrid dan Kroasia

Sepeninggal Mesut Ozil, Luca Modric kini menjadi andalan Real Madrid di lini tengah mereka.
Kecerdasan gelandang 33 tahun itu dalam membaca permainan membuat dirinya layak menjadi jendral lapangan tengah untuk tim sekelas Real Madrid.

Ditambah lagi dengan kepiawaiannya dalam mengolah bola dan memberikan umpan membuatnya menjadi sosok gelandang yang terbilang lengkap.

Modric menjadi salan satu aktor penting dalam keberhasilan Real Madrid mempertahankan gelar Liga Champions dalam waktu 3 tahun berturut-turut.

Kecemerlangan Modric di klub juga sebanding dengan penampilannya di tim nasional Kroasia.
Kroasia menikmati salah satu tahun terbesar dalam sejarah mereka di Piala Dunia 2018.
Modric berhasil membawa negaranya untuk pertama kali masuk dalam partai final kompetisi sepakbola sejagat tersebut.

Sayangnya saat itu Kroasia harus tunduk dari Prancis dengan skor 4-2.
Namun hal tersebut tidak mengurangi kebahagiaan publik Kroasia yang menuai banyak pujian dari berbagai pihak, terutama untuk penampilan Modric dalam kompetisi tersebut.

2. Pemain laga-laga besar

Kejeniusan seorang Luka Modric sebagai seorang gelandang sudah banyak terbukti di berbagai laga besar bersama Real Madrid dan Kroasia.

Modric menjadi pemain tumpuan tim yang sanggup mengubah permainan.

Satu hal yang menjadikan dirinya memiliki nilai lebih dari para pesaing lainnya adalah fleksibilitasnya di lapangan.

Modric terus bergerak untuk menciptakan peluang dengan umpan dan visi permainanya yang indah.
Mantan pemain Tottenham Hotspur ini juga tidak segan untuk merebut bola dari pemain lawan tanpa lelah.
Efek dari permainannya tersebut jelas terasa di Real Madrid dan Kroasia yang berhasil menumbangkan lawan-lawan besar di laga yang besar.

3. Kemenangan untuk sepakbola

Luca Modric menjadi pemain gelandang pertama yang memenangkan Ballon d’Or dalam 10 tahun terakhir setelah Kaka pada 2007 lalu.

Setelah kemenangan Kaka tersebut, dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi terjadi untuk gelar Ballon d’Or.

Modric memang tidak memiliki catatan gol yang mentereng jika dibandingkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, namun kontribusi Modric untuk tim sudah tidak diragukan lagi.

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang berposisi sebagai ujung tombak tim tentu sangat mudah mencetak gol.

Namun peran pemain gelandang seperti Modric lah yang kerap kali menjadi aktor penting dalam sebuah gol dengan menciptakan berbagai peluang, dan tentu saja menjadi aktor penting cemerlangnya permainan tim dalam pertandingan.

Sudah layaknya penghargaan individu seperti Ballon d’Or tidak melulu melihat statistik dan angka.
Sepakbola dalah olahraga tim, sebuah gol dan kemenangan tercipta berkat kerja keras semua pemain, bukan cuma striker

Sumber : Style.tribunnews.com