4 Burung yang Disebutkan dalam Alquran

Tidak semua jenis burung tercantum dalam Alquran meski jumlah spesies burung sangat banyak. Hanya ada 4 jenis burung spesial yang disebut dalam Alquran.

Burung-burung apa sajakah yang tercantum di dalam Alquran? Sebagian jenis burung ini mungkin pernah kalian dengar atau bahkan lihat sebelumnya.

Burung-burung ini memiliki tugas untuk menolong manusia sekaligus mengatasi umat muslim. Simak setiap profil dari jenis burung berikut ini.

1. Burung Hud Hud

Burung pertama yang akan kita bahas yaitu burung hud-hud, yang merupakan jenis burung pelatuk.

Dikisahkan bahwa ketika Nabi Sulaiman sedang memeriksa burung-burung, si hud hud tidak hadir sehingga Baginda Sulaiman mencari-carinya.

Ketika itu, Nabi Sulaiman begitu marah sehingga ingin menyembelih si hud hud. “Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika dia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang terang(QS. An-Naml : 21)”.

Dan akhirnya hud hud datang dengan suatu berita bahwa ada negeri yang dipimpin seorang ratu yang menyembah matahari. Jadi, burung hud hud ini adalah burung yang patuh kepada Allah SWT dan menyembahnya.

2. Burung Gagak

Di dalam Alquran, burung gagak ini berperan sebagai contoh bagi Qabil yang membunuh saudaranya, Habil, karena dendam dan marahnya.

Burung gagak ini diperintahkan Allah SWT mengajari bagaimana cara menguburkan seseorang yang telah meninggal dengan menggali tanah di bumi.

Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. Lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal (QS. Al Maa-idah : 31).

Dan pada akhirnya Qabil pun mengubur saudaranya dengan perasaan menyesal yang sangat dalam.

3. Burung Salwa

Burung salwa ini disebut empat kali di dalam Alquran diiringi dengan manna. Manna adalah makanan manis bagai madu.

Sedangkan salwa adalah sebangsa puyuh. Keduanya ini merupakan salah satu nikmat yang diberikan kepada Bani Israil umat Nabi Musa.

“Dan kami naungi kamu dengan awan, dan kami turunkan kepadamu “Manna” dan “Salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya kami. Akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (QS Al-Baqarah: 57).

4. Burung Ababil

Di dalam Alquran, burung ababil hanya sekali disebut, yaitu pada Surat Al-Fiil. Jadi, dikisahkan ketika itu Raja Abrahah selaku penguasa Yaman beserta pasukan gajah ingin menghancurkan Kakbah.

Kemudian Allah SWT menurunkan burung-burung ababil yang membawa batu-batu panas dari tanah yang terbakar untuk dilemparkan kepada Abrahah dan pasukannya. Sehingga Abrahah dan pasukannya mati dan digambarkan seperti dedaunan yang dimakan ulat.

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak melawan tentara bergajah? Apakah dia telah membuat tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang dilempar mereka dengan batu (dikirim) dari tanah yang dibakar, lalu Dia membuat mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat (QS. Al-Fiil : 1-5).

sumber: malangpos.id