4 Kandidat Kuat Pengganti Bu Risma

Tri Rismaharini (tengah), Bayu Airlangga (kiri atas), Puti Guntur Soekarno (kanan atas), KH Zahrul Azhar Asad (kiri bawah), Eri Cahyadi (kanan bawah).

SURABAYA – Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya akan digelar pada tahun 2020. Tri Rismaharini tak akan bisa mencalonkan diri lagi karena sudah dua periode. Kini mulai beredar nama-nama kandidat calon pengganti Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Mulai dari kalangan birokrasi, perempuan, milenial, hingga kalangan agamis

Berikut adalah 4 nama kandidat kuat pengganti Bu Risma:

1. Bayu Airlangga

Bayu Airlangga (foto: surabaya inside)

Bayu Airlangga disebut-sebut berpotensi menggantikan Tri Rismaharini mewakili generasi milenial pada tahun 2020. Di usianya yang masih 27 tahun Bayu Airlangga sudah terpilih menjadi Anggota DPRD Jatim 2019-2024.

Selain terpilih menjadi salah satu anggota DPRD Jatim termuda, ia juga kini sedang menjabat sebagai ketua Muda Mudi Demokrat Jatim (organisasi pemuda Partai Demokrat), dan juga wakil sekertaris DPD Demokrat Jatim. Ia juga diketahui memiliki basis massa anak muda yang cukup besar.

Sebagai sosok milenial Bayu Airlangga diharapkan dapat menjadi pemimpin Surabaya yang dinamis, kreatif, dan energik

2. Puti Guntur Soekarno

Puti Guntur Soekarno (foto: grid.id)

Salah satu kandidat terkuat dari kalangan wanita adalah Puti Guntur Soekarno. Setelah kalah dalam Pilkada Jawa Timur, cucu mantan Presiden RI Soekarno ini maju dan terpilih sebagai anggota legislatif dari PDIP mewakili daerah pemilihan Jawa Timur I yang meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Tingkat popularitasnya yang tinggi di Jatim membuatnya menjadi kandidat kuat menggantikan Tri Rismaharini.

Banyak masyarakat Surabaya yang merasa Puti Guntur Soekarno cocok untuk menggantikan Tri Rismaharini karena sama-sama bisa menjadi Ibu bagi Kota Surabaya.

3. Eri Cahyadi

Eri Cahyadi (foto: Jawa Pos)

Nama yang cukup santer terdengar sebagai kandidat kuat di pilwali 2020 adalah Eri Cahyadi, yang kini menjabat sebagai Kepala Bappeko Surabaya. Ia disebut layak untuk memimpin Surabaya mewakili kalangan birokrasi.

Eri Cahyadi dikenal sebagai pejabat birokrasi yang menjabat sebagai ketua Bappeko di era Tri Rismaharini.

Lewat pengalaman sebagai Bappeko banyak yang berharap Sosok Eri dapat mewujudkan pembangunan yang lebih baik di Kota Pahlawan mewakili kalangan birokrasi.

4. KH Zahrul Azhar As’ad

KH Zahrul Azhar As’ad (foto: portaltiga.com)

Meskipun bukan putra asli Surabaya, namun KH Zahrul Azhar As’ad yang akrab dipanggil Gus Hans punya peluang yang cukup untuk menduduki kursi kepemimpinan pasca ditinggalkan Tri Rismaharini.

Gus Hans yang berasal dari Partai Golkar ini pernah sukses menjadi juru bicara Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak saat Pilgub Jatim 2018, oleh karena itu Ia disebut menjadi kandidat cawali atau cawawali Surabaya potensial karena terkoneksi langsung dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah.

Seperti yang diketahui, Gus Hans merupakan putra Jombang, pengasuh Pondok pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum Peterongan Jombang. Latar belakang itulah yang menjadikan Gus Hans menjadi kandidat kuat mewakili kalangan agamis. (asl)