Gus Abid dan Bayu Airlangga Gelar Pertemuan Bahas Surabaya, Begini Hasilnya

Ketua Ansor Jawa Timur, Mohammad Abid Umar Faruq, bertemu dengan Ketua Muda-Mudi Demokrat Jawa Timur, Bayu Airlangga, Rabu (26/12/2018) di Surabaya.

SURABAYA – Ketua Ansor Jawa Timur, Mohammad Abid Umar Faruq, bertemu dengan Ketua Muda-Mudi Demokrat Jawa Timur, Bayu Airlangga, Rabu (26/12/2018) di Surabaya.

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu, termasuk soal pemilihan Walikota Surabaya pada 2020 mendatang. Lantas seperti apa hasilnya?

Menurut Gus Abid, pembicaraan tersebut sebenarnya lebih banyak soal organisasi kepemudaan yang dipimpin keduanya.

“Sebenarnya, kami lebih banyak membicarakan Muda-Mudi Demokrat dan Ansor,” kata Gus Abid kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, ia yang telah mengenal lama Bayu, memiliki kesamaan visi dalam mengoptimalkan peran anak muda dalam berkarya. “Kami berteman lama dengan Mas Bayu. Jadi pertemuan itu adalah temu kangen,” lanjut Gus Abid.

Gus Abid tak memungkiri, bahwa Bayu merupakan sosok pemimpin yang mudah untuk diajak beradu pikiran. “Beliau kan juga kader muda yang potensial. Kami bicara banyak, juga ngobrol soal NKRI,” katanya.

“Kami bertukar pikiran. Kami di Ansor dalam menjaga NKRI, serta bagaimana cara beliau dalam memberikan pendidikan politik terhadap anak muda,” kata pria yang juga Pengurus BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim ini.

Sebagai figur generasi milenial, Gus Abid tak memungkiri bahwa keduanya juga memiliki impian mewujudkan kota impian.

“Kami memang juga bicara soal Surabaya. Termasuk, pandangan soal penataan kota,” katanya.

Namun, ia mengatakan bahwa Surabaya bukan satu-satunya kota yang dibahas dalam pertemuan itu.

Keduanya juga membahas Madiun yang menjadi daerah pemilihan Bayu dan Kediri yang merupakan dapil Gus Abid di pemilihan legislatif mendatatang.

“Tak hanya Surabaya, namun juga soal dapil Mas Bayu yang berada di Madiun,” kata Gus Abid yang juga kader Partai NasDem ini.

Dengan adanya pertemuan itu, memang banyak yang menilai bahwa pencalonan mereka di Pilwali Surabaya tinggal menunggu waktu. Gus Abid pun tak secara tegas membantah hal itu.

“Peluang untuk maju di Pilwali, bukan hanya milik generasi milenial saja, namun semua lapisan masyarakat juga memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih,” kata Gus Abid yang merupakan Caleg DPRD Jatim ini diplomatis.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa terlalu dini untuk bicara pencalonan di pilwali. Sebab, saat ini keduanya masih akan fokus di pencalegan.

“Kalau misal pencalonan, kami rasa terlalu dini atau terlalu jauh,” kata Gus Abid.

“Kami sempat membahas soal banyaknya berita yang memunculkan nama kami sebagai kandidat. Namun, kami sepakat untuk fokus di masing-masing organisasi sendiri terlebih dahulu,” katanya.

Mengutip penjelasan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa, Gus Abid menilai bahwa pencalonan Walikota masih amat jauh.

“Kalau kata Ibu, ini masih belum adzan Subuh. Masih banyak kemungkinan yang terjadi,” pungkasnya.

Potensi pencalonan Gus Abid dan Bayu Airlangga memang cukup terbuka.

NasDem pun membuka peluang untuk mengusung Gus Abid yang juga cucu dari KH Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso Kediri ini di Pilwali mendatang.

Senyampang dengan hal itu, Partai Demokrat yang menaungi Bayu Airlangga pun membuka peluang untuk ikut meramaikan pencalonan kader milenial.

Demokrat menilai Surabaya sebagai kota dengan penduduk muda yang tinggi, sudah selaiknya dipimpin oleh seorang generasi milenial, laiknya Bayu yang juga merupakan menantu Gubernur Jatim, Soekarwo ini.

sumber: tribunnews.com