HMI Menyatakan Menjadi Pihak Netral Dalam Pemilu 2019

Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad (Foto : www.militan.co)

Suarapos.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menegaskan akan terus menjaga independensi dan netralitas pada Pemilihan Umum (Pemilu), khususnya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ketua Umum PB HMI, Saddam Al Jihad, mengatakan, berhubungan dengan Pemilu HMI berdiri sebagai organisasi yang harus menjaga obyektifitas, sehingga tidak akan memihak ke kubu manapun.

“HMI dalam posisi pilihan politik independen, netralitas. Jadi dalam posisi itu politik yang kita bangun adalah politik kebangsaan, politik keumatan atau politik yang sifatnya untuk mengintegrasikan antara keumatan dan kebangsaan,” ujarnya saat ditemui usai menggelar Rapat Kerja Nasional II (Rakernas) di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Sabtu (5/1/2019).

Menurutnya, hal itu merupakan sikap politik dari HMI, sedangkan sikap politik secara masing-masing individu yang merupakan kader HMI, bebas menentukan pilihan asalkan tidak mengatasnamakan organisasi.

Foto : www.hmiui.org

Agar tidak terjebak dalam politik praktis, lanjutnya, HMI mengadakan program HMI Kawal Demokrasi dan sudah mendapatkan legitimasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Artinya dalam urusan politik posisi HMI berdiri ditengah-tengah dan kita juga melakukan penguatan di internal kalau ada kader HMI yang ingin terlibat politik dipersilahkan untuk mundur,” katanya.

Hal tersebut kata dia, sudah dibuktikan pada rapat pleno kesatu dan kedua, bahwa banyak pengurus besar yang menjadi Calon Legislatif (Caleg), tetapi sudah mundur dari kader HMI.

“Itu untuk meminimalisir agar HMI tidak terjebak dalam politik praktis,” katanya.

sumber : www.tribunnews.com