Ponsel BM Diblokir Pemerintah Bulan Ini, Buruan Cek HP Kamu!

Ponsel BM akan diblokir pemerintah melalui nomor asli ponsel atau IMEI (International Mobile Equipment Identity). Smartphone ilegal alias black market (BM) yang dibeli sebelum 17 Agustus 2019 akan dilakukan pemutihan.

Sementara itu, ponsel BM yang dibeli setelah 17 Agustus 2019 secara otomatis akan diblokir. Pemblokiran dilakukan karena peredaran smartphone ilegal di Indonesia sudah bikin gerah pemerintah maupun para pelaku bisnis smartphone resmi.

Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Rabu (07/08/2019), data Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menyebut 20 persen dari ponsel yang beredar di Indonesia merupakan ponsel BM.

Dari sekitar 50 juta ponsel yang terjual setiap tahun di Indonesia, itu berarti 20 persen atau sekitar 10 juta ponsel statusnya black market.

Membanjirnya smartphone ilegal mengakibatkan industri ponsel merugi hingga puluhan triliun rupiah.

Itu artinya kerugian juga bagi negara lantaran tidak ada kontribusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen yang dipungut oleh pemerintah.

Siap-siap Ponsel BM Diblokir
Dalam waktu dekat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama dua Kemenkominfo dan Kemendag RI akan memblokir ponsel ilegal di Indonesia.

Regulasi mengenai pemblokirannya bakal Agustus 2019 mendatang. Meski begitu, implementasinya baru akan berjalan enam bulan setelah penandatanganan kebijakan pemblokiran.

Adapun mekanismenya, pertama dengan mesin DIRBS (Device Identification, Registration, and Blocking System) yang dimiliki Kemenperin.

Mesin tersebut dapat melacak nomor IMEI setiap ponsel. Apabila IMEI tidak terdaftar dalam database, maka dianggap sebagai ponsel BM.

Kemudian langkah kedua, operator seluler atas permintaan Kemkominfo RI akan melakukan pemblokiran terhadap jaringan yang digunakan ponsel ilegal.

Langkah beikutnya, peran Kemendag RI mengawasi perdagangan ponsel BM di Tanah Air. Smartphone ilegal sendiri hingga kini masih beredar di pasaran secara bebas.

Sekilas tampilan dari ponsel BM tersebut nyaris tidak ada bedanya dengan ponsel legal. Bahkan, saat digunakan, performa kedua jenis ponsel itu kurang lebih sama.

(Sumber : harapanrakyat.com)