Sempat Ditawar Rp 1,4 Triliun, Presiden Amerika Donald Trump Ingin Membeli Greenland dari Denmark

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berminat untuk membeli pulau Greenland. Dua sumber Wall Street Journal menyebut Trump berulang kali menanyakan kepada para penasihatnya dengan tingkat keseriusan yang berbeda mengenai kemungkinan bagi AS untuk memiliki wilayah otonom Denmark tersebut. Trump tertarik dengan Greenland untuk alasan sumber daya dan signifikansi geopolitiknya.

“Bagaimana pendapat kalian?” demikian pertanyaam Trump yang pertama melontarkannya pada musim semi lalu. “Menurut kalian apakah ini bisa dilakukan?” Meski demikian tidak jelas bagaimana tepatnya AS akan membeli pulau terbesar di dunia itu. Sebelumnya dua kali upaya AS membelinya dari Denmark gagal. Pertama di masa Presiden Truman yang menawarkan harga $ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun tahun 1946 dan Departemen Luar Negeri pada tahun 1867.

Pulau seluas 811.000 mil persegi berupa daratan es di Atlantik ini dihuni sekitar 56.000 jiwa dan meskipun secara teknis berada di perairan Amerika Utara, secara kultural kawasan ini lebih dekat dengan Eropa dan memiliki otonomi sendiri.

Kebijakan luar negeri dan keamanan Greenland selama ini ditangani Kopenhagen. Soal ide membeli Greenland, Trump mendapat gagasan tersebut setelah mendengar bahwa Denmark mengalami masalah keuangan akibat subsidi yang diberikan pada Greenland.

Menurut Journal, Jumat (16/8/2019) Greenland mengandalkan $ 591 juta subsidi dari Denmark setiap tahun atau sekitar 60% dari anggaran tahunannya. Amerika sendiri sudah memiliki pangkalan udara di Greenland yang merupakan bagian dari sistem peringatan dini rudal balistik canggih dan sistem pelacakan satelit.

Trump dijadwalkan melakukan kunjungan pertamanya ke Denmark awal bulan depan, meskipun kunjungan ini tampaknya tidak ada hubungannya dengan niat membeli Grrenland. Pejabat Kerajaan dan Kedutaan Denmark di Washington belum menanggapi konfirmasi Wall Street Journal untuk mengomentari masalah ini.

Kabar mengenai keinginan terbaru Trump muncul saat ilmuwan NASA mengungkap kondisi riil kawasan dengan lapisan es ini. Sebagian berpendapat Greenland mungkin bukan investasi bijak karena penelitian menunjukkan lapisan es Greenland mencair lebih cepat dalam satu dekade terakhir dan musim panas ini. Ada juga dua titik pencairan terbesar yang pernah tercatat sejak 2012.

Meski pemanasan global menjadi penyebab utama, tapi para ilmuwan ingin mengetahui detailnya. Udara hangat dan air hangat menggerogoti Greenland hingga menyebabkannya kehilangan miliaran ton es setiap hari di musim panas.

Tim ilmuwan dan insinyur minggu ini menjatuhkan probe ke dalam es untuk membantu mencari tahu penyebab pencairan yang cepat ini. Jika air memainkan peran lebih besar dari yang diperkirakan maka artinya air laut akan naik lebih cepat.

Sumber : galamedianews.com