UMK sebagai Penyokong Perekonomian Bangsa

(sumber : merdeka.com

UMK (Usaha Mikro Kecil) merupakan aspek yg tidak lepas dari perekonomian bangsa. Bagaimana tidak, setiap sendi masyarakat selalu di warnai UMK. Contoh sederhana penjual nasi goreng, penjual sate keliling, atau penjual gorengan.

Pada tahun 2016 saja jumlah UMK ada 3,5 juta UMK yang tercatat oleh BPS (badan pusat statistik). 22,8% berada di jawa tinur.

Hal tersebut hanya berasal dari jumlah UMK, dari sisi serapan tenaga kerja usaha mikro sebagaima pak yanto (pedagang es degan) bisa menyerap 1-5 orang tenaga kerja, sedangkan usaha kecil bisa menyerap 5-20 orang. Jika diasumsikan serapan 6 orang maka jumlah tenaga kerja yg diserap mencapai 20 jt tenaga kerja, ditambah pengusaha sendiri maka kurang lebih 23,5 jt serapan umur produktif.

Jika diasumsikan 1 tenaga kerja menanggung 4 orang dalam satu keluarga maka sekitar 100jt atau 37% penduduk indonesia terhidupi dari UMK.

Pak tohir, tetua pedagang madura di tulugung mengatakan “menjadi penting dukungan dari pemerintah untuk memfasilitasi pedagang kecil, mulai dari stabilitas harga dan dukungan kebijakan dan pasar”

Hal tersebut disampaikan oleh Pak Tohir kepada salah satu caleg yang juga besan Pakde Karwo (Gubernur Jawa Timur), Gede Ariyuda.

Haji Gede Ariyuda (kanan) bersama warga sedang berbincang santai

Gede Ariyuda pun berkomitmen untuk mengusahakan bagaimana UMK dapat terus berlangsung dan terus berkembang. “Saya tidak menjanjikan, tpi akan saya usahakan. Jika terpilih sebagai wakil sodara di DPR RI, akan saya usahakan untuk mempermudah perkembangan UMK” ucap calon DPR RI dapil 6 partai NasDem nomer urut 7 tersebut.

“Pada dasarnya UMK yang kuat bisa menjadi ujung tombak perekonomian bangsa” sebut Rudi, dosen ekonomi salah satu universitas di Surabaya.