Warga Desak ‘Gerbong Maut’ Dikembalikan ke Bondowoso

Bondowoso – 23 November 1947 merupakan tanggal bersejarah bagi warga Kabupaten Bondowoso. Di hari itu terjadi sebuah peristiwa heroik yang kemudian dikenal sebagai tragedi ‘Gerbong Maut’.

Singkatnya, ada tiga gerbong kereta yang mengangkut sejumlah tawanan Belanda yang tak lain adalah para pejuang tanah air, untuk dipindahkan ke penjara di Surabaya.

Namun karena kondisi gerbong yang sempit, panas dan tanpa dibekali makanan serta minuman, hampir seluruh tawanan yang ada dalam ketiga gerbong meninggal dalam perjalanan.

Yang menjadi persoalan saat ini adalah sejumlah elemen masyarakat di Bondowoso mendesak pemerintah agar memindahkan Gerbong Maut ke Bondowoso. Ketiga gerbong itu kabarnya berada di tiga kota yang berbeda, yaitu Bondowoso, Malang dan Surabaya.

Salah seorang pemerhati sejarah Bondowoso, Junaidi, menjelaskan, kisah ‘Gerbong Maut’ tak bisa dipisahkan dari masyarakat Bondowoso.

“Selama ini kita kan hanya mendengar nama dan kisah saja. Padahal peristiwa herok itu harus diketahui generasi di masa mendatang,” kata Junaidi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/11/2018).

Junaidi beralasan gerbong itu telah jadi saksi sejarah kisah heroik perjuangan rakyat, terutama Bondowoso, sehingga generasi penerus harus mengetahui berbagai hal tentang tragedi ini, termasuk gerbong kereta yang menjadi saksi bisunya.

Namun Junaidi meyakini dari ketiga gerbong, hanya tinggal satu gerbong yang tersisa, yaitu yang saat ini disimpan di Museum Brawijaya, Malang. Sedangkan dua gerbong lainnya tak diketahui keberadaannya.

“Jika pemerintah mau, kan bisa dipindah ke sini (Bondowoso). Apalagi di stasiun ini kan ada museum kereta api. Di stasiun itu juga awal mula tragedi,” tutur Junaidi.

Hal ini juga diamini salah satu putera tawanan penyintas tragedi ‘Gerbong Maut’, Solihul (47). Ia pun meminta agar gerbong-gerbong itu disatukan dan disimpan di Bondowoso agar memicu kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Kan lucu saja mas. Peristiwa Gerbong Maut sudah sangat akrab di telinga masyarakat, tapi sama sekali nggak tahu bentuknya,” tandas Solihul.

Di Bondowoso sendiri setiap tahun diadakan upacara untuk memperingati tragedi Gerbong Maut. Bahkan sebuah monumen didirikan di Alun-alun Bondowoso untuk terus mengingat perjuangan para pahlawan yang gugur dalam peristiwa tragis tersebut.

sumber: detik.com